Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

29 Des 2010

danau-cantik-dari-bencana

INDONESIA KEBANGGAANKU....

Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara tidak mampir sejenak ke Danau Toba, danau vulkanik yang merupakan danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Pesona eksotisnya berupa hamparan danau luas laksana lautan dengan pepohonan rindang dan perbukitan yang menawan. Danau ini berukuran 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter dan terletak 906 meter di atas permukaan laut, di tengah danau terdapat Pulau Samosir yang tak kalah menariknya menjadi objek kunjungan wisata.


Photo credits - Arie Basuki/Tempo


Dalam kunjungannya pada 1996, Pangeran Bernard dari Belanda bahkan menyatakan kekagumannya pada panorama indah danau ini. “Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba,” katanya antusias.

Ada tujuh kabupaten di sekeliling danau, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir yang memiliki panorama alam indah dan menjadi lokasi tujuan wisata. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73 ribu-75 ribu tahun lalu dan merupakan letusan super volcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama dua minggu.


Photo credits - Agung Chandra/Tempo
Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama satu minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan, pada beberapa spesies, juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Ketika menikmati keindahan danau ini, Anda mungkin tak membayangkan bahwa pesona yang terjadi berasal dari bencana dahsyat letusan gunung berapi yang mendatangkan ketakutan dan kengerian ketika itu.
Perjalanan darat ke Danau Toba, tepatnya ke Parapat, memakan waktu empat sampai lima jam dari Medan. Tersedia bus atau travel yang langsung menuju Parapat. Rutenya melewati Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, dan belok ke arah Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.

Apabila menggunakan kereta api, dari Medan pilih rute menuju Pematang Siantar. Dari sini perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Parapat. Waktu tempuhnya satu jam.


Photo credits - Agung Chandra/Tempo


Untuk tempat menginap dan tinggal lebih lama menikmati keindahan Danau Toba, tersedia banyak hotel dan penginapan. Di Parapat, sedikitnya ada 900 kamar hotel berbagai jenis, mulai dari bintang empat hingga homestay, di Tuktuk juga tak berbeda. Baik di Parapat maupun Tuktuk, wisatawan dapat langsung menikmati danau dari pinggirannya. Tarif hotel di Tuktuk dan Parapat bervariasi, sesuai tipikal turis yang datang. Mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 500 ribu per malam tergantung tipe hotel.

Sebuah perusahaan travel bahkan menawarkan menikmati keindahan Danau Toba dari udara, yakni menggunakan paralayang. Setiap wisatawan diberi kesempatan terbang menggunakan paralayang dari kawasan pegunungan Tongging, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Bagi para wisatawan yang ingin mencoba paralayang akan ditemani seorang instruktur berpengalaman, namun tentunya penentuan bisa terbang atau tidak tergantung pada kondisi cuaca dan angin.

Tidak hanya itu, menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam bisa Anda nikmati dari pesisir danau. Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut untuk menikmati senja di Danau Toba.

AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA

INDONESIA KEBANGGAANKU....

AKUH BANGGA DENGANMU INDONESIA, AKUH MENANGIS MELIHAT KETABAHAN MUH ITU AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA
AKU BANGGA DENGAN MUH INDONESIA

supoerter tertib

INDONESIA KEBANGGAANKU....

JAKARTA - Kekhawatiran terjadi kerusuhan di area Stadion Utama Gelora Bung Karno apabila Tim Nasional Indonesia gagal menjuarai piala AFF tak terbukti. Puluhan ribu suporter usai menyaksikan laga Indonesia versus Malaysia pulang dengan tertib.

Mereka hanya bernyanyi-nyanyi diiringi suara genderang di atas metromini atau kendaraan bak terbuka di jalan-jalan sekitar stadion. Berkali-kali mereka meneriakkan kata “Indonesia” dengan penuh semangat.

Pantauan okezone di lapangan, Rabu (29/12/2010) malam, keluarnya puluhan ribuan suporter tersebut mengakibatkan kemacetan di hampir semua pintu keluar Gelora Bung Karno, misalnya di pintu utara atau di depan TVRI.

Kendaraan harus keluar dengan tersendat-sendat. Begitu pun di depan Hotel Mulia atau di Jalan Asia Afrika, kendaraan baik roda empat maupun roda dua berjalan padat merayap. Namun kepadatan ini hanya sampai di depan Diklat Departemen LN atau Depan Senayan City. Selepas itu, kendaraan mulai bisa melaju meski tidak dengan kecepatan penuh.

Para petugas keamanan yang berjaga-jaga di depan Senayan City dan Plaza Senayan tidak perlu bekerja ekstra keras. Sebagian di antaranya bahkan tampak hanya duduk-duduk saja.

Seperti di depan Plaza Senayan, meskipun di sana sejumlah polisi dengan motor trail bersiaga namun tidak ada ancaman keamanan nyata dari suporter. Bahkan sejumlah suporter memanfaatkan momentum ini untuk berfoto bersama dengan sejumlah aparat. Mereka telihat bersenda gurau saat berfoto dengan polisi meminjam perlengkapan anti huru hara untuk berpose.

Meskipun polisi mengimbau kepada para suporter untuk tidak menaiki kap-kap bus atau mikrolet banyak para suporter tetap asyik bernyanyi-nyanyi dengan diiringi genderang. Tidak ada tindakan apa pun dari polisi, mereka hanya mengawasi saja.(ful)



wira "lha itulah suporter indonesia tertib walaupun indonesia masih mengalah dengan malaysia "
aku denganmu WAHAI INDONESIAKU

BP ungkapkan penyesalan

INDONESIA KEBANGGAANKU....

JAKARTA - Penyesalan tengah menyelimuti Timnas Indonesia, tak terkecuali Bambang Pamungkas. Striker yang akrab disapa Bepe mengungkapkannya di akun pribadi Twitter miliknya.

Kemenangan 2-1 skuad Garuda atas Malaysia dalam leg kedua final AFF Suzuki Cup 2010, Rabu (29/12/2010) malam, ternyata belum mampu mengantarkan Bepe dkk merengkuh trofi bergengsi Asia Tenggara untuk kali pertama.

Seluruh pendukung Merah Putih terpaksa menyaksikan skuad Harimau Malaya ‘berpesta’ di Stadion Utama Gelora Bung Karno, usai mengantongi agregat kemenangan 4-2 dengan bekal 3-0 di leg pertama di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, akhir pekan lalu.

Sangat disayangkan, mengingat pada pertemuan pertama di penyisihan Grup A, Indonesia mampu melibas Malaysia 5-1. Indonesia melanjutkan dominasi kemenangan hingga partai semifinal melawan Filipina, namun ironisnya urung mengamankan predikat juara.

“Ternyata 6 kemenangan dan hanya sekali kalah, belum mampu membawa pulang trophy itu saudara-saudara.. Tetap Semangat...!!!” tulis Bepe dalam akun pribadi Twitter miliknya, @bepe20. (far)

wira " lha ngunu lho maz seng semangat tha ojok nggersulo ae oke maz!!! "

ahmad bustomi menyesal

INDONESIA KEBANGGAANKU....

JAKARTA - Kegagalan Timnas Indonesia menggondol trofi AFF Suzuki Cup 2010 menyisakan kekecewaan bagi seluruh pendukung Merah Putih. Tak terkecuali sang pemain, gelandang Ahmad Bustomi.

Pada leg kedua partai puncak di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Rabu (29/12/2010) malam, skuad Garuda memang mengamankan kemenangan 2-1 atas Malaysia. Namun, Harimau Malaya berhak merebut trofi karena mengantongi agregat kemenangan 4-2, dengan bekal kemenangan 3-0 di leg pertama.

Tak ayal, Indonesia harus mengubur impian mengangkat trofi bergengsi Asia Tenggara untuk kali pertama, dan sejarah baru justru diukir skuad arahan Rajagopal Krishnasamy. Inilah yang membuat Bustomi, yang tampil penuh sepanjang laga, mengungkapkan penyesalan dan permohonan maafnya.

“Trnyata 90 mnt d’GBK blm memuaskan !!!!” tulis Bustomi usai pertandingan, melalui akun pribadi Twitter miliknya, @bustomi19.

“ma'af kn kmi untuk sluruh bngsa Ina.... kmi kan brusaha lge untuk mndptkan Piala AFF !!!” demikian tekad gelandang milik Arema Indonesia ini. (far)

wira " gag pha maz jangan menyerah masih ada moment-moment laent jgn patah semangat, indonesia pzt menang di bawah skuad garuda"

Chating


ShoutMix chat widget